Paduan aluminium dan baja memiliki karakter mekanis yang berbeda. Modulus elastisitas aluminium umumnya sekitar 70 GPa, sehingga komponen aluminium dengan ukuran serta bentuk yang sama dapat mengalami deformasi elastis lebih besar dibandingkan baja pada beban yang sama.
Pemilihan material perlu berjalan bersama rancangan geometri dan metode produksi. Ekstrusi memungkinkan pembuatan profil kompleks, khususnya pada paduan aluminium magnesium–silikon. Bobot dan ketahanan korosi menjadi pertimbangan pada berbagai aplikasi teknik.
Penampang yang lebih besar dapat memberikan kekakuan yang dibutuhkan tanpa mengikuti dimensi komponen baja. Contohnya adalah diameter tabung rangka sepeda aluminium dan rangka kendaraan yang dibuat dari profil ekstrusi.
Pada mesin otomotif, aluminium digunakan antara lain untuk blok silinder dan crankcase. Penghematan bobot perlu diimbangi dengan rancangan pendinginan, proses manufaktur, dan pemilihan paduan yang tepat.
Ketahanan terhadap beban berulang juga memerlukan perhatian. Aluminium memiliki perilaku kelelahan yang berbeda dari baja; penggantian material harus melalui perhitungan dan pengujian sesuai penggunaan.
Artikel arsip ini membahas pertimbangan material secara umum dan mencantumkan Wikipedia sebagai rujukan dalam versi aslinya.
Dokumentasi dari arsip Xingfa Indonesia. Hubungi tim untuk informasi dan dokumen terbaru.
